Minggu, 05 Agustus 2012
cahaya temaram
diam diam jemariku melukis disetiap dinding yang bergelombang cahaya..
melantunkan sebait puisi untukku dan juga untukmu..
melewati suramnya lembah yang tak berpenghuni, layaknya hatiku yang tak mampu melangkah tanpa temaram..
semestinya aku merindu..
namun temaram ini tak cukup untuk menyinari..
cahaya ini hanya mampu menghubungkan ku dengan tadahnya yang tak terlihat jelas,,
ku percepat langkah,, hingga ku semakin mengejar bayangan..
semakin pula bayangan itu tak berujung..
"ah.. aku lelah..
"cepat kembali..
"main main nya sampai disini,, jika terlarut kau akan tersesat..
"jika tidak, bawalah cahaya temaram ini..
memberi yang bearti meredamkan ketekanan yang tak percaya..
Author:Ressa Andi Pratiwie
Seperti itulah Manusia.. ada hujan ada pelangi.. namun tak tahu ketika tiba-tiba hujan berganti badai.. Read More →
Related Posts:
lilin merah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)













alhamdulillah
BalasHapustemaram sudah dapat di luncurkan..
alhamdulillah
BalasHapustemaram sudah dapat di luncurkan..