Minggu, 05 Agustus 2012
biarkan hujan yang menghapus jejak.
Semestinya kebahagiaan ini akan selalu menemaniku sampai aku bersama senja,,
semestinya penderitaan ini selalu menemaniku sampai aku mampu menjadi seperti mereka.
dan semestinya..
walau terkadang lelah melangkah dan ingin berhenti sejenak..
waktu tak peduli seberapa lelahku melangkah.. lelahku berfikir.. lelahku bertutur..
apa mungkin tak ada jalan lagi untuk kembali.. kembali menghapus catatan yang lalu ..
membuat menyita segala-galanya,,,
semestinya memang tak akan ada jalan untuk menghabus,,
namun, Angin pernah bercerita.. bahwa sahabatnya ,Hujan telah mampu menghapus semua catatan yang dulu pernah tercatat,,
asalkan yang tercatat tak terlalu tertembus noda,, jika iya sulit untuk melunturkan…
sekalipun hujan masih belum cukup,, namun biarlah hujan yang menghapus jejak…
semestinya penderitaan ini selalu menemaniku sampai aku mampu menjadi seperti mereka.
dan semestinya..
walau terkadang lelah melangkah dan ingin berhenti sejenak..
waktu tak peduli seberapa lelahku melangkah.. lelahku berfikir.. lelahku bertutur..
apa mungkin tak ada jalan lagi untuk kembali.. kembali menghapus catatan yang lalu ..
membuat menyita segala-galanya,,,
semestinya memang tak akan ada jalan untuk menghabus,,
namun, Angin pernah bercerita.. bahwa sahabatnya ,Hujan telah mampu menghapus semua catatan yang dulu pernah tercatat,,
asalkan yang tercatat tak terlalu tertembus noda,, jika iya sulit untuk melunturkan…
sekalipun hujan masih belum cukup,, namun biarlah hujan yang menghapus jejak…
Author:Ressa Andi Pratiwie
Seperti itulah Manusia.. ada hujan ada pelangi.. namun tak tahu ketika tiba-tiba hujan berganti badai.. Read More →
Related Posts:
sepeda tua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)













0 komentar: