Rabu, 25 Juli 2012
tangisku bersama gerimis
gemuruh gerimis menyapa pada pecahan bebatuan yang ku injak untuk kesekian kalinya..mendung seakan membaca tiap gerikku yang seakan enggan kehadirannya.
rupanya gerimis mewakili fikiranku yang ingin menahan tangis yang hampir menumpah..
namun..
segera jemariku menepis semua itu..
si JELBUT sudah menungguku terlalu lama, aku membiarkannya terbasahi gerimis yang tak pernah aku inginkan waktu itu, tapi..
aku juga menyukainya, karena hadirnya aku tak terbebani..
masihkah aku mampu melangkah saat ini hati tak ingin bicara..
masihkah aku mampu melihat saat airmata ini enggan berhenti..
masihkah aku mampu menggenggam saat jemari ini basah karena getar jantungku..
si JELBUT semakin,, kedinginan karena aku..
tak akan ku fikirkan lagi,, segera aku menggayuhnya untukku menuntut mimpi..
Author:Ressa Andi Pratiwie
Seperti itulah Manusia.. ada hujan ada pelangi.. namun tak tahu ketika tiba-tiba hujan berganti badai.. Read More →
Related Posts:
sepeda tua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)













0 komentar: