Senin, 23 Juli 2012
inginku menyapa..
mencari bayanganmu dicelah hujan yang deras sepanjang perjalananku..
membuatku sedikit takut akan kehilangan jejakmu karena hujan..
tak mengerti apa maksudku ini..
yang tiba tiba mencarimu lagi..
dirimu yang dulu pernah menemaniku setia waktu, menjagaku dari kehampaan hidup..
membuatku mati kaku sendiri berjalan tanpamu..
apapun yang aku lalukan padamu, kau tetap setia temania ku..
hingga senja di ufuk barat.. jingganya menembus beningnya ragamu..
sejak saat itu aku mengenalmu
seharusnya aku tlah lama mengenalmu, memahamimu..
namun sekilas kau hanya permainan untukku masa lali.
namun...
bersamamu takkan pernah ada gantinya,, karena dirimu yang pertama mengenalku..
jadi apa salahnya aku ditemani senja untuk menyapamu kembali..
tak mengerti apa maksudku ini..
yang tiba tiba mencarimu lagi..
dirimu yang dulu pernah menemaniku setia waktu, menjagaku dari kehampaan hidup..
membuatku mati kaku sendiri berjalan tanpamu..
apapun yang aku lalukan padamu, kau tetap setia temania ku..
hingga senja di ufuk barat.. jingganya menembus beningnya ragamu..
sejak saat itu aku mengenalmu
seharusnya aku tlah lama mengenalmu, memahamimu..
namun sekilas kau hanya permainan untukku masa lali.
namun...
bersamamu takkan pernah ada gantinya,, karena dirimu yang pertama mengenalku..
jadi apa salahnya aku ditemani senja untuk menyapamu kembali..
Author:Ressa Andi Pratiwie
Seperti itulah Manusia.. ada hujan ada pelangi.. namun tak tahu ketika tiba-tiba hujan berganti badai.. Read More →
Related Posts:
sepeda tua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)













0 komentar: